PATAH.
Re_200914
Angin bertiup membelai rambut. Kurentangkan tangan dan berjinjit berusaha memeluknya.
Terlihat bintang berkelap-kelip di bawah sana, bergerak merayap seperti semut. Duhai ... betapa inginku menggapainya.
"Bintang, kalau memang kamu ga mau terima rasa ini, maka biarlah rasa ini patah. Tunggulah sebentar lagi cinta."
Bruuukkkk! "wah apaan tuh?!"
"AaarRgh ... tolooong! ada yang jatuh dari jembatan!"
No comments:
Post a Comment