JUDUL : SALAH SANGKA
KARYA : EROS ROSTIANA
Pagi hari di warung bu Bejo, sudah ramai oleh ibu-ibu yang niat awalnya belanja sayuran tapi jadi bergosip ria.
Apalagi yang digosipkan kalau bukan topic of the week yaitu ibu Zatta. "Ssttt ... Bu Bejo tahu enggak? masa sih Bu Zatta tetap mau ngadain ulang tahunnya di rumah loh, kemarin sore saya lihat keluarganya lagi sibuk menghias rumah pakai balon lengkap sama pita-pitanya. Ada red carpetnya segala lagi! iihh amit-amit deh itu nenek-nenek tua, ga sadar diri banget udah bau tanah masih mau di rayain segala!"
Bu Wina terus saja mencerocos tanpa jeda, seperti reporter yang sedang membacakan berita dan ibu-ibu lain serius mendengarkan sambil ber"ooohh" ria.
Sedang asyiknya bergosip, tiba-tiba yang digosipkan datang dan berkata, "Ibu-ibu semua, datang ya di acara ulang tahun saya yang ke 55 besok jam tiga sore di rumah, dress codenya kebaya loh Ibu-ibu." Bu Zatta berkata dengan senyum dikulum di depan ibu-ibu rumpi itu.
Dan akhirnya waktu yang dinanti pun tiba, semua tamu undangan sudah tiba terutama ibu-ibu arisan yang ingin tahu seperti apa acara yang diadakan oleh ibu Zatta dan keluarga.
"Para hadirin sekalian, harap tenang karena acara akan segera kita mulai." Pak Sandy suami ibu Zatta bicara dan para tamu undangan terdiam.
Kemudian bu Zatta giliran bicara melalui microphone. "Ibu-ibu semua, terima kasih atas kehadirannya di acara ulang tahun ini. Sebenarnya saya sadar, di usia yang sudah udzur tidak pantas lagi berulang tahun, tapi karena mengingat sekarang bertepatan dengan hari kemerdekaan maka saya ingin memperingatinya dengan bersyukur. Jadi Ibu-ibu, mari kita berdoa bersama, dan setelah itu kita akan bergembira dengan penampilan dari anak-anak panti asuhan Al-hikmah yang akan memperagakan berbagai macam busana adat dari berbagai propinsi. Selamat menikmati."
Tepuk tangan membahana. Setiap anak-anak selesai memperagakan busana adat yang mereka pakai, semua tertawa bahagia. Bu Bejo berbisik kepada bu Wina.
"Ssstt Bu Wina, ternyata kita salah mengira ya Bu? kita pikir bu Zatta nenek-nenek enggak tahu diri tapi ternyata dia wanita berhati mulia. Lihat saja semua ini dia yang mengatur, sampai ngadain acara untuk anak-anak yatim piatu segala lagi."
Bu Wina hanya mengangguk sebagai jawabannya. Dia terharu karena ternyata masih ada orang yang berhati emas seperti bu Zatta. Bu Wina juga dalam hati menyesal sudah terprovokasi ikut membicarakan yang tidak-tidak pada bu Zatta.
Re_04
No comments:
Post a Comment