Sunday, August 28, 2016

JERA?

Tetangga samping rumah, sudah lama anaknya di penjara. Masalah penyebab dia di penjara, saya tidak tahu tapi katanya sih karena berjualan narkoba.

Bukan orangnya yang ingin saya ceritakan, tapi penjaranya. Ibu dari orang yang di penjara cerita, katanya di penjara anaknya harus bayar 50rb rupiah setiap bulannya. Di sana juga boleh memegang hp, dan lucunya penjaga penjara banyak yang berjualan makanan seperti nasi uduk, gorengan, rokok, minuman, dll.

Saya jadi berpikir, di penjara kok kayak lagi ngontrak rumah ya? Kamar sel harus bayar, makanan boleh dari luar penjara, boleh bawa hp, terus di mana efek jeranya? kalau begitu kan bisa saja tetap berjualan narkoba lewat hp, kalau di penjara boleh makan makanan dari luar, bisa jadi setelah keluar dari penjara mereka tidak kapok melakukan hal yang membuat mereka di penjara, bisa jadi mereka berpikiran "biar aja lah di penjara lagi, makanannya enak-enak kok, boleh bawa hp kok, tempatnya nyaman kok, kan udah bayar tiap bulan!" 

Selama ini saya pikir, penjara itu tempat yang sungguh sangat tidak nyaman yang kedua, setelah kuburan. Saya pikir penjara seperti yang ada di film-film, makanan mau tidak mau harus ambil yang disediakan oleh pihak penjara, dan masuk sel tidak bisa pilih mau masuk sel mana dan satu sel sama siapa. ternyata tidak.

Pantas saja, nama lain penjara adalah hotel prodeo. Biar bagaimana pun kan, yang namanya hotel tetap hotel yang mau apa pun dilayani. Hadeehh ....

Pantas saja tidak ada yang takut di penjara. Pantas saja, koruptor tidak malu di penjara, karena penjara untuk rakyat jelata aja enak begitu, apalagi penjara untuk orang-orang berduit? fasilitas lengkap, benar-benar mirip hotel. Mereka di penjara seperti sedang berlibur, pergi ke suatu tempat sampai waktu yang ditentukan, hingga orang-orang yang biasa melihat mereka, tidak pernah bertemu lagi tapi nanti akan kembali bertemu.

Seperti itukah efek jera yang kita inginkan untuk pemerkosa, pembunuh, pencuri, koruptor, dll?

























2 comments:

  1. Hihihi... Penjaranya di mana, mbak Re?
    Tulisannya coba dipanjangin lagi. Artikelnya bagus ini.

    ReplyDelete